Langsung ke konten
Danaos

Pelajaran ERP Selama Lebih dari 25 Tahun: Mengapa ERP Generik Tidak Cukup untuk Industri Berbasis Proyek

Selama lebih dari 25 tahun, DANAOS Projects telah bekerja dengan kontraktor dan organisasi berbasis proyek di bidang konstruksi, infrastruktur, EPC dan pembangunan kapal, serta mengembangkan kapabilitas untuk operasi kelautan dan lepas pantai, pertambangan, penggalian dan manufaktur berbasis proyek: sektor-sektor di mana ERP generik tidak lagi memadai.

 

Industri berbeda. Proyek berbeda. Risiko berbeda.

 

Namun ada satu pelajaran yang terus berulang:

 

Perusahaan berbasis proyek tidak dapat dikelola secara efektif jika proyek hanya diperlakukan sebagai satu dimensi lain di dalam ERP generik.

 

Kontraktor tidak sekadar membeli material, mempekerjakan orang, mengoperasikan alat berat dan menerbitkan faktur. Kontraktor harus menyelesaikan lingkup yang ditetapkan sesuai jadwal dan anggaran, sambil terus mengelola pengadaan, subkontraktor, tenaga kerja, peralatan, produksi, sertifikasi, variasi, arus kas dan risiko.

 

Prinsip yang sama berlaku bagi galangan kapal yang menyerahkan kapal, kontraktor tambang yang mengelola operasi padat peralatan, atau produsen berbasis proyek yang melakukan fabrikasi berdasarkan spesifikasi rekayasa.

 

Inilah sebabnya ProjectVIEW ERP dibangun secara berbeda.

 

Inti logika bisnisnya adalah hubungan:

 

BoQ ↔ WBS ↔ Cost Codes

 

Bill of Quantities (BoQ) menetapkan lingkup komersial dan anggaran. Work Breakdown Structure (WBS) menetapkan waktu dan rencana pelaksanaan. Cost Codes menyediakan struktur pengendalian biaya internal.

 

ProjectVIEW menghubungkan dimensi-dimensi ini sehingga transaksi operasional dapat terus dievaluasi terhadap lingkup, waktu dan biaya.

 

Hasilnya bukan sekadar tempat lain untuk mencatat transaksi. Hasilnya adalah pengecekan realitas yang berkelanjutan antara apa yang diestimasi, apa yang direncanakan, apa yang sedang terjadi dan berapa biayanya.

 

Berikut beberapa pelajaran ERP terpenting yang kami peroleh dari lingkungan proyek nyata.

 

1. Konstruksi & Infrastruktur: Anggaran Harus Bertahan Saat Diserahkan ke Pelaksanaan

 

Masalah yang berulang

 

Salah satu masalah terbesar dalam konstruksi bukanlah ketiadaan perangkat lunak. Masalahnya adalah keterputusan antara sistem dan departemen.

 

Estimator bekerja dengan BoQ dan spreadsheet. Perencana bekerja di Oracle Primavera P6 atau Microsoft Project. Bagian pengadaan mengelola pemasok dan pesanan pembelian. Tim lapangan mencatat progres dan sumber daya. Bagian keuangan mencatat transaksi di ERP korporat.

 

Setiap sistem mungkin menjalankan tugasnya masing-masing.

 

Masalah muncul ketika manajemen bertanya:

 

Apakah kita benar-benar menghasilkan keuntungan dari proyek ini hari ini?

 

Jawabannya sering kali memerlukan rekonsiliasi di beberapa sistem dan spreadsheet.

 

Pendekatan ProjectVIEW

 

ProjectVIEW mempertahankan hubungan antara BoQ, anggaran proyek, WBS, sumber daya dan Cost Codes sejak estimasi hingga pelaksanaan.

 

Karena itu, transaksi lapangan aktual—termasuk progres proyek, tenaga kerja, alat berat, material dan subkontraktor—dapat dibandingkan dengan baseline biaya proyek. Proses pengendalian biaya ProjectVIEW secara khusus menghubungkan anggaran BoQ dengan Primavera dan transaksi lapangan harian.

 

Keunggulannya

 

Manajemen memperoleh visibilitas berkelanjutan atas biaya dan progres aktual vs. anggaran, alih-alih menunggu laporan keuangan setelah biaya terjadi.

 

Pelajaran yang dipetik

 

Pengendalian biaya konstruksi tidak bisa dimulai di bagian Keuangan setelah biaya terjadi. Pengendalian harus dimulai sejak penawaran dan berlanjut selama pelaksanaan.

 

2. Kontraktor EPC: Pengadaan Adalah Bagian dari Pengendalian Proyek

 

Dalam ERP generik, pengadaan biasanya dipandang sebagai proses transaksional:

 

Requisisi → RFQ → Pesanan Pembelian → Penerimaan → Faktur

 

Bagi kontraktor EPC, itu hanya sebagian dari cerita.

 

Masalah yang berulang

 

Tim proyek perlu mengetahui jauh lebih banyak:

 

Apa yang dibeli? Mengapa dibutuhkan? Proyek dan aktivitas mana yang membutuhkannya? Apakah sudah dianggarkan? Kapan dibutuhkan di lapangan? Apakah stok sudah tersedia? Berapa harga historisnya? Apakah keterlambatan pengiriman dapat memengaruhi pelaksanaan?

 

Karena itu, sebuah pembelian bisa benar secara finansial namun tetap salah secara operasional.

 

Pendekatan ProjectVIEW

 

ProjectVIEW menghubungkan pengadaan dengan struktur proyek.

 

Kebutuhan material dapat berasal dari BoQ dan kebutuhan lapangan, berlanjut melalui requisisi dan RFQ ke pemasok, perbandingan penawaran dan pesanan pembelian, hingga akhirnya mengalir ke proses penerimaan barang dan inventaris.

 

Alur kerja pengadaan mencakup perbandingan penawaran pemasok, informasi biaya historis, manajemen gudang, pengadaan subkontraktor dan sourcing berdasarkan kebutuhan BoQ dan WBS.

 

Keunggulannya

 

Pembelian menjadi bagian dari pengendalian biaya dan pelaksanaan proyek, bukan fungsi administratif yang terisolasi.

 

Pelajaran yang dipetik

 

Pembelian termurah belum tentu merupakan keputusan proyek dengan biaya terendah.

 


 

3. Pembangunan & Perbaikan Kapal: Kapal Lebih dari Sekadar Proyek Akuntansi

 

Pembangunan dan perbaikan kapal memperlihatkan keterbatasan ERP generik dengan sangat jelas.

 

Proyek kapal dapat menggabungkan rekayasa, fabrikasi, perintah kerja, pengadaan, inventaris, subkontraktor, tenaga kerja khusus, peralatan, persetujuan klien, sertifikasi dan variasi komersial.

 

Masalah yang berulang

 

Galangan, tim produksi, departemen komersial, gudang, subkontraktor dan departemen keuangan dengan mudah bisa bekerja dengan pandangan yang berbeda atas proyek yang sama.

 

Perubahan membuat masalah semakin sulit.

 

Perbaikan yang baru teridentifikasi atau variasi lingkup dapat langsung memengaruhi tenaga kerja, material, subkontraktor, jadwal, biaya dan pada akhirnya jumlah yang ditagihkan kepada klien.

 

Pendekatan ProjectVIEW

 

ProjectVIEW dapat berfungsi sebagai Sistem Informasi Manajemen Galangan Kapal, yang menghubungkan kantor, galangan, produksi, vendor, perusahaan jasa, subkontraktor dan klien melalui lingkungan proyek bersama.

 

Model galangannya mengaitkan proses operasional dengan BoQ, WBS dan Cost Codes, sehingga memungkinkan pemantauan biaya dan progres aktual vs. anggaran bersama manajemen perubahan.

 

Keunggulannya

 

Galangan memperoleh visibilitas biaya, progres, sumber daya dan perubahan proyek dari galangan hingga kantor, alih-alih mengelola kinerja produksi dan komersial di lingkungan yang terputus.

 

Pelajaran yang dipetik

 

ERP galangan kapal tidak bisa sekadar ERP manufaktur yang ditambahi kolom “kapal”.

 

ERP tersebut harus memahami dimensi proyek, produksi, perbaikan, sumber daya dan komersial secara bersamaan.

 

4. Kelautan & Lepas Pantai: Operasi Jarak Jauh Membutuhkan Satu Sumber Kebenaran Operasional

 

Proyek kelautan dan lepas pantai menambah tantangan lain: jarak.

 

Operasi dapat tersebar di kantor pusat, lokasi fabrikasi, lokasi konstruksi, kapal dan lokasi lepas pantai.

 

Masalah yang berulang

 

Informasi operasional dapat sampai ke manajemen setelah kejadian berlalu.

 

Pada saat data aktual tenaga kerja, utilisasi peralatan, material, kinerja subkontraktor atau progres masuk ke ERP, keputusan operasional mungkin sudah diambil.

 

ERP berubah menjadi sistem pencatatan historis, bukan platform pengendalian proyek yang aktif.

 

Pendekatan ProjectVIEW

 

ProjectVIEW menghubungkan proses lapangan dan kantor melalui lingkungan terpusat, dengan aplikasi web dan seluler yang dirancang khusus untuk mendukung pengumpulan data proyek dan kolaborasi.

 

Arsitektur ProjectVIEW secara keseluruhan mendukung operasi online dan offline, manajemen portofolio proyek, akses berbasis peran, serta integrasi proses operasional dengan biaya dan jadwal proyek.

 

Keunggulannya

 

Manajemen memperoleh kesadaran situasional yang lebih cepat atas operasi proyek yang tersebar secara geografis.

 

Pelajaran yang dipetik

 

Pengendalian proyek jarak jauh tidak dicapai dengan membuat lebih banyak laporan. Pengendalian dimulai dengan menangkap data operasional yang lebih baik, lebih dekat dengan tempat pekerjaan berlangsung.

 

5. Pertambangan & Penggalian: Utilisasi Peralatan Adalah Pengendalian Biaya

 

Pertambangan dan penggalian adalah operasi yang sangat padat aset.

 

Ekskavator, loader, truk, crusher, peralatan pengeboran dan alat berat lainnya bukan sekadar aset di neraca. Ketersediaan dan utilisasinya secara langsung memengaruhi kinerja operasional dan biaya.

 

Masalah yang berulang

 

ERP tradisional dapat memberi tahu manajemen alat berat apa yang dimiliki perusahaan, nilai akuntansinya dan mungkin riwayat pemeliharaannya.

 

Operasi membutuhkan jawaban yang berbeda:

 

Di mana alat tersebut? Apakah tersedia? Proyek mana yang menggunakannya? Berapa utilisasinya? Berapa biaya operasinya? Pemeliharaan apa yang akan segera jatuh tempo?

 

Pendekatan ProjectVIEW

 

Manajemen Alat Berat ProjectVIEW mencakup daftar alat berat, alokasi dan transaksi, ketersediaan peralatan, analisis biaya, bahan bakar, pemeliharaan, perbaikan preventif dan pemantauan asuransi.

 

Alat berat juga dapat ditetapkan sebagai sumber daya proyek saat estimasi dan kemudian diukur selama pelaksanaan proyek.

 

Keunggulannya

 

Peralatan menjadi sumber daya operasional dan biaya proyek yang terukur, bukan sekadar aset tetap.

 

Pelajaran yang dipetik

 

Mengetahui alat berat apa yang Anda miliki adalah manajemen aset. Mengetahui seberapa efektif Anda menggunakannya adalah pengendalian operasional.

 


 

6. Manufaktur Berbasis Proyek: Produksi dan Pengendalian Proyek Harus Berbicara dalam Bahasa yang Sama

 

Manufaktur berbasis proyek menciptakan tantangan ERP lainnya.

 

Perusahaan berproduksi—tetapi tidak selalu melalui produksi massal yang berulang. Perusahaan dapat memfabrikasi struktur, komponen atau rakitan yang unik berdasarkan kebutuhan rekayasa khusus proyek.

 

Masalah yang berulang

 

Perangkat lunak manufaktur dapat mengelola produksi.

 

Perangkat lunak proyek dapat mengelola proyek.

 

Namun manajemen perlu memahami bagaimana produksi, material, sumber daya, perintah kerja, jadwal dan biaya berkontribusi pada profitabilitas proyek yang sedang dikerjakan.

 

Ketika proses-proses ini berjalan terpisah, hubungan tersebut menjadi sulit dilihat.

 

Pendekatan ProjectVIEW

 

ProjectVIEW membawa perencanaan/pengendalian produksi dan fabrikasi ke dalam ekosistem yang sama dengan material, pengadaan, operasi gudang, tenaga kerja, alat berat, penganggaran proyek dan pengendalian biaya.

 

Platform ini secara khusus diposisikan untuk konstruksi, produksi, fabrikasi dan operasi terkait yang berbasis proyek, alih-alih memperlakukan produksi sebagai aktivitas back-office yang tidak berhubungan.

 

Keunggulannya

 

Produksi dan pelaksanaan proyek berjalan melalui model data bersama yang berpusat pada proyek, sehingga meningkatkan visibilitas antara kinerja fabrikasi dan kinerja komersial.

 

Pelajaran yang dipetik

 

Engineer-to-order dan manufaktur berbasis proyek tidak boleh memaksa manajemen memilih antara sudut pandang manufaktur dan sudut pandang proyek. Manajemen membutuhkan keduanya.

 


 

Kesamaan Industri-Industri Ini

 

Terminologi berubah dari satu industri ke industri lain.

 

Kontraktor konstruksi berbicara tentang proyek dan lokasi. Galangan kapal berbicara tentang kapal dan galangan. Perusahaan tambang sangat berfokus pada armada dan produksi. Fabrikator baja mengelola perintah kerja dan fabrikasi.

 

Namun di balik perbedaan ini terdapat tantangan manajemen yang sama:

 

Bagaimana kita terus menghubungkan pelaksanaan fisik dengan waktu, sumber daya, biaya dan nilai komersial?

 

Di seluruh industri ini, pola yang berulang terlihat jelas.

 

Konstruksi & Infrastruktur

 

Tantangan: Data tender, penjadwalan, operasi lapangan dan keuangan menjadi terputus.

 

Pendekatan ProjectVIEW: Menghubungkan BoQ ↔ WBS ↔ Cost Codes di sepanjang siklus hidup proyek.

 

Keunggulan: Visibilitas berkelanjutan atas biaya dan progres aktual vs. anggaran.

 

Kontraktor EPC

 

Tantangan: Pengadaan terputus dari kebutuhan, anggaran dan jadwal proyek.

 

Pendekatan ProjectVIEW: Menghubungkan kebutuhan proyek dengan pengadaan, pemasok, inventaris, anggaran dan persyaratan pengiriman.

 

Keunggulan: Pengadaan menjadi bagian integral dari pengendalian biaya dan pelaksanaan proyek.

 

Pembangunan & Perbaikan Kapal

 

Tantangan: Operasi galangan, produksi, subkontraktor, material dan perubahan komersial menjadi terfragmentasi.

 

Pendekatan ProjectVIEW: Mengintegrasikan proyek kapal, produksi, perintah kerja, pengadaan, subkontraktor dan pengendalian biaya.

 

Keunggulan: Visibilitas proyek dari galangan hingga kantor secara berkelanjutan.

 

Kelautan & Lepas Pantai

 

Tantangan: Informasi operasional jarak jauh sampai ke manajemen terlalu terlambat.

 

Pendekatan ProjectVIEW: Menghubungkan operasi yang tersebar melalui pengumpulan data dari lapangan ke kantor, alur kerja dan informasi proyek yang terpusat.

 

Keunggulan: Kesadaran situasional dan pengendalian operasional yang lebih cepat.

 

Pertambangan & Penggalian

 

Tantangan: Catatan aset saja tidak mengungkap kinerja atau utilisasi peralatan.

 

Pendekatan ProjectVIEW: Menghubungkan utilisasi, alokasi, ketersediaan, pemeliharaan dan biaya alat berat.

 

Keunggulan: Utilisasi peralatan dan pengendalian biaya operasional yang lebih baik.

 

Manufaktur Berbasis Proyek

 

Tantangan: Produksi dan manajemen proyek berjalan di lingkungan yang terpisah.

 

Pendekatan ProjectVIEW: Menghubungkan produksi, fabrikasi, material, sumber daya, jadwal dan biaya proyek.

 

Keunggulan: Tim proyek dan produksi bekerja dari model data bersama yang berpusat pada proyek.

 

ERP Generik Bukan ERP yang Buruk

 

Perbedaan ini penting.

 

SAP, Oracle, Microsoft Dynamics dan platform ERP perusahaan utama lainnya adalah sistem yang andal.

 

Masalahnya bukan karena ERP generik tidak memadai.

 

Masalahnya adalah berharap model data perusahaan yang generik dapat memahami DNA operasional bisnis berbasis proyek yang sangat terspesialisasi tanpa konfigurasi, kustomisasi, integrasi atau aplikasi pelengkap yang ekstensif.

 

ProjectVIEW berangkat dari arah sebaliknya.

 

ProjectVIEW berangkat dari proyek.

 

Ekosistemnya mencakup estimasi dan tender, penganggaran dan pengendalian biaya, subkontraktor, pengadaan dan pembelian, material dan inventaris, alat berat dan pemeliharaan, SDM dan penggajian, akuntansi dan keuangan, utang usaha, piutang usaha, analitik, alur kerja, serta aplikasi proyek/lapangan.

 

Dan memilih ProjectVIEW tidak selalu berarti mengganti ERP korporat yang sudah ada.

 

ProjectVIEW mendukung integrasi dengan sistem pihak ketiga melalui API dan dirancang untuk berdampingan dengan platform perusahaan utama. Integrasi ProjectVIEW dengan Oracle, misalnya, dapat mempertukarkan data pengadaan, pesanan pembelian, penerimaan, faktur, transaksi inventaris dan data terkait proyek di antara kedua lingkungan.

 

Bagi sebagian organisasi, ProjectVIEW dapat berfungsi sebagai ERP utama.

 

Bagi yang lain, ProjectVIEW dapat menjadi lapisan operasi proyek, manajemen konstruksi dan pengendalian biaya yang melengkapi ERP korporat.

 

Hal ini memunculkan pertanyaan yang lebih berguna daripada sekadar bertanya:

 

“ProjectVIEW atau SAP/Oracle?”

 

Pertanyaan yang lebih baik adalah:

 

“Sistem mana yang harus menjalankan tugas apa?”

 

Pelajaran ERP Terpenting Setelah Lebih dari 25 Tahun

 

Organisasi berbasis proyek terus-menerus mengubah sumber daya menjadi progres fisik—dan progres fisik menjadi nilai komersial.

 

Karena itu, ERP-nya harus memahami hubungan secara utuh:

 

Lingkup → Waktu → Sumber Daya → Biaya → Progres → Pendapatan

 

Inilah prinsip di balik ProjectVIEW ERP.

 

Proses operasional tidak diperlakukan sebagai transaksi yang terputus. Proses tersebut dapat dievaluasi terhadap lingkup komersial, jadwal pelaksanaan dan struktur biaya proyek.

 

Hal ini menciptakan pengecekan realitas yang berkelanjutan antara:

 

Apa yang diestimasi. Apa yang direncanakan. Apa yang sedang dilaksanakan. Berapa biayanya.

 

Dan pada akhirnya, inilah perbedaan antara ERP yang mencatat bisnis dan ERP yang membantu mengendalikan bisnis.

 

Bagi perusahaan konstruksi, EPC, infrastruktur, pembangunan kapal, kelautan dan lepas pantai, pertambangan, penggalian dan manufaktur berbasis proyek, perbedaan itu penting.

 

Karena di industri berbasis proyek, profitabilitas tidak ditentukan di akhir proyek.

 

Profitabilitas dimenangkan—atau hilang—melalui ribuan keputusan yang diambil selama pelaksanaan.

Terkait: Perangkat Lunak ERP Pembangunan Kapal · ERP Konstruksi Kelautan & Lepas Pantai

Kostas Balaskas

Tentang penulis

Kostas Balaskas

Lead ProjectVIEW ERP Engineering Consultant, DANAOS Projects

Konstantinos (Kostas) Balaskas adalah Lead ProjectVIEW ERP Engineering Consultant di DANAOS Projects dan pakar di bidang implementasi ERP, teknologi konstruksi, dan manajemen basis data perusahaan. Berbekal pengalaman luas di sektor konstruksi, ia memimpin implementasi ProjectVIEW ERP secara menyeluruh, mulai dari analisis kebutuhan dan penetapan lingkup hingga konfigurasi sistem, penerapan, optimalisasi, dan pelatihan klien, mengubah operasi berbasis proyek yang kompleks menjadi…