Bagaimana ProjectVIEW ERP Diterapkan pada Konstruksi Pusat Data Greenfield
Mengendalikan Penyelesaian Fast-Track dan Pekerjaan Paralel
Proyek pusat data greenfield menghadapi tekanan jadwal yang sangat ketat. Pekerjaan sipil, struktur, dan MEP berjalan secara paralel. Karena itu, hilangnya visibilitas biaya atau pengadaan dapat dengan cepat menimbulkan risiko komersial yang signifikan.
ProjectVIEW ERP membantu kontraktor menjaga kendali yang tersinkronisasi atas berbagai alur pekerjaan. Oleh sebab itu, kontraktor memastikan aktivitas pengadaan, instalasi, dan commissioning tetap selaras dengan anggaran dan jadwal.
Contoh:
Lacak pekerjaan sipil, paket struktur, dan instalasi MEP sebagai struktur biaya paralel. Pada saat yang sama, kontraktor mempertahankan satu pandangan komersial terintegrasi atas keseluruhan pembangunan pusat data.
Mengelola Peralatan Long-Lead dan Eksposur Modal
Proyek greenfield sangat bergantung pada peralatan long-lead seperti generator, chiller, switchgear, dan modul MEP prefabrikasi. Keterlambatan atau ketidaksesuaian dalam pengadaan secara langsung memengaruhi jadwal dan arus kas.
ProjectVIEW ERP menghubungkan komitmen pengadaan peralatan long-lead dengan tahapan konstruksi, memberikan visibilitas awal terhadap eksposur modal serta mitigasi proaktif atas risiko berbasis pengadaan.
Contoh:
Pantau eksposur finansial akibat keterlambatan pengiriman generator atau sistem pendingin. Selanjutnya, sesuaikan urutan pekerjaan untuk meminimalkan biaya tenaga kerja dan peralatan yang menganggur.
Menskalakan Pembangunan Programatik
Penyelesaian pusat data greenfield sering bersifat programatik, melibatkan beberapa lokasi dengan desain dan model eksekusi yang serupa. Menjaga konsistensi dan pengendalian lintas lokasi menjadi sangat krusial.
ProjectVIEW ERP menyediakan visibilitas pada tingkat portofolio. Dengan demikian, kontraktor dapat membandingkan kinerja, produktivitas, dan tren biaya antarproyek pusat data greenfield.
Contoh:
Melakukan benchmarking biaya dan produktivitas antar lokasi pusat data untuk meningkatkan prediktabilitas di seluruh program pembangunan.
