Bagaimana ProjectVIEW ERP Diterapkan pada Program Kapal Angkatan Laut & Pertahanan Mengelola Pembangunan Kapal Berbasis Program Multi-Tahun Kapal angkatan laut dan pertahanan dikirimkan program multi-tahun yang melibatkan beberapa lambung kapal, pengiriman bertahap, dan persyaratan yang terus berkembang. Pengendalian komersial harus dijaga tidak hanya pada tingkat kapal, tetapi juga di seluruh siklus hidup program. ProjectVIEW ERP memungkinkan galangan kapal untuk menyusun biaya, anggaran, dan progres berdasarkan lambung, batch, dan fase program, sehingga memastikan tata kelola keuangan yang konsisten sepanjang jadwal pengiriman jangka panjang. Contoh: Melacak biaya dan kinerja secara terpisah untuk setiap lambung kapal sambil tetap mempertahankan visibilitas terpusat di seluruh program kapal angkatan laut. Mengendalikan Konfigurasi, Kepatuhan, dan Perubahan Pembangunan kapal pertahanan tunduk pada pengendalian konfigurasi yang ketat, persyaratan klasifikasi, serta pengawasan regulasi. Perubahan desain, peningkatan sistem, dan modifikasi yang didorong oleh kepatuhan sering terjadi selama fase konstruksi dan refit. ProjectVIEW ERP menyediakan pelacakan terstruktur terhadap perubahan dan biaya konfigurasi, memastikan bahwa perubahan lingkup yang didorong oleh kepatuhan tetap terlihat, dapat diaudit, dan terkendali secara komersial. Contoh: Menilai dampak finansial dari peningkatan sistem atau perubahan spesifikasi yang terjadi di tahap akhir dan diwajibkan oleh otoritas pertahanan sebelum memengaruhi aktivitas produksi dan outfitting berikutnya. Mengelola Rantai Pasok Aman dan Subkontraktor Spesialis Program kapal angkatan laut bergantung pada pemasok khusus, material yang aman, serta subkontraktor berkualifikasi yang beroperasi di bawah batasan kontraktual dan keamanan yang ketat. Keterlambatan atau gangguan dalam rantai pasok ini dapat berdampak signifikan terhadap biaya dan jadwal. ProjectVIEW ERP mengintegrasikan pengadaan, manajemen subkontraktor, dan pengendalian biaya untuk memberikan visibilitas dini terhadap risiko yang berasal dari rantai pasok serta dampak komersialnya. Contoh: Mengidentifikasi potensi eksposur biaya akibat keterlambatan pengiriman peralatan rahasia atau sistem khusus, serta menyesuaikan urutan produksi untuk meminimalkan gangguan. ASET TERKAIT Stakeholder Terkait Pemilik Kapal Pembuat Kapal