Bagaimana ProjectVIEW ERP Diterapkan pada Sistem Transportasi Vertikal (Lift & Eskalator) Mengelola Peralatan Long-Lead dan Pengiriman yang Bergantung pada Pabrik Proyek lift dan eskalator didorong oleh peralatan long-lead yang diproduksi di luar lokasi (offsite), dengan ketergantungan ketat antara produksi pabrik, urutan pengiriman, dan kesiapan lokasi. Ketidaksesuaian dalam salah satu aspek ini dapat langsung menimbulkan risiko biaya dan jadwal. ProjectVIEW ERP memungkinkan kontraktor mengelola pengadaan peralatan, tonggak pengiriman, dan tahap instalasi sebagai satu sistem terkontrol, memastikan jadwal pabrik dan aktivitas di lokasi tetap selaras secara komersial. Contoh:Melacak biaya pengadaan, pengiriman, penyimpanan, pemasangan, dan commissioning paket lift sebagai satu lingkup terintegrasi, bukan sebagai item biaya terpisah yang tidak saling terhubung. Mengendalikan Urutan Instalasi dan Kendala Antarmuka Instalasi sistem transportasi vertikal harus diselaraskan secara cermat dengan penyelesaian struktur, kesiapan shaft, ketersediaan daya, serta pekerjaan finishing. Keterlambatan dari pekerjaan hulu secara langsung memengaruhi produktivitas instalasi dan biaya kehadiran di lokasi. ProjectVIEW ERP menghubungkan biaya tenaga kerja dan progres instalasi dengan kesiapan shaft, zona bangunan, dan tahapan pekerjaan, sehingga penurunan produktivitas akibat kendala antarmuka dapat diidentifikasi lebih awal. Contoh:Mengidentifikasi pembengkakan biaya akibat keterlambatan serah terima shaft atau sambungan daya yang belum siap, lalu menyesuaikan jadwal instalasi untuk meminimalkan tenaga kerja yang menganggur. Mengelola Commissioning, Sertifikasi, dan Persetujuan Otoritas Sistem lift dan eskalator tunduk pada pengujian, sertifikasi, dan inspeksi otoritas yang ketat sebelum serah terima. Perpanjangan masa commissioning atau kegagalan inspeksi dapat meningkatkan biaya secara signifikan dan menunda penyelesaian proyek. ProjectVIEW ERP memberikan visibilitas terhadap aktivitas commissioning dan biaya terkait, memastikan keterlambatan akibat proses sertifikasi serta pekerjaan perbaikan tetap terkendali secara komersial. Contoh:Menilai dampak biaya dari perpanjangan pengujian atau persyaratan inspeksi ulang, serta mengambil tindakan korektif sebelum keterlambatan sertifikasi memengaruhi margin keseluruhan proyek. ASET TERKAIT Stakeholder Terkait Pemilik/Pengembang Konsultan Kontraktor Utama