Bagaimana ProjectVIEW ERP Diterapkan pada Pengembangan Mixed-Use Mengelola Berbagai Jenis Aset dalam Satu Lingkup Proyek Pengembangan mixed-use menggabungkan hunian, komersial, perhotelan, ritel, dan ruang publik dalam satu struktur atau kawasan yang sama. Setiap komponen memiliki spesifikasi, urutan pelaksanaan, dan profil subkontraktor yang berbeda, sehingga secara signifikan meningkatkan kompleksitas koordinasi dan komersial. ProjectVIEW ERP memungkinkan kontraktor menyusun biaya dan kontrak berdasarkan jenis aset, zona, atau komponen bangunan, sambil tetap mempertahankan pengendalian keuangan terpusat atas keseluruhan pengembangan. Contoh:Melacak biaya secara terpisah untuk menara hunian, podium ritel, dan area perkantoran komersial, sambil tetap mempertahankan satu tampilan komersial terpadu untuk keseluruhan proyek mixed-use. Mengendalikan Risiko Antarmuka antar Pekerjaan, Zona, dan Pemangku Kepentingan Proyek mixed-use melibatkan banyak antarmuka antara berbagai pekerjaan (trade), penyewa, dan pemangku kepentingan, sering kali dengan aktivitas konstruksi dan fit-out yang saling tumpang tindih. Pengendalian antarmuka yang lemah dapat menyebabkan pekerjaan ulang, keterlambatan, dan penurunan margin. ProjectVIEW ERP memberikan visibilitas terhadap eksposur subkontraktor dan urutan pekerjaan di berbagai zona dan jenis aset, sehingga risiko biaya dan produktivitas yang dipicu oleh antarmuka dapat diidentifikasi lebih awal. Contoh:Mengidentifikasi pembengkakan biaya akibat pekerjaan fit-out yang tumpang tindih antara zona ritel dan hunian, serta menyesuaikan urutan pekerjaan untuk mengurangi pekerjaan ulang dan kepadatan lokasi. Mengelola Serah Terima Bertahap dan Perubahan di Tahap Akhir Pengembangan mixed-use umumnya diserahkan secara bertahap, dengan sebagian komponen diserahterimakan lebih awal sementara bagian lain masih dalam konstruksi. Perubahan desain di tahap akhir dan kebutuhan penyewa sering memengaruhi pekerjaan lanjutan. ProjectVIEW ERP mendukung struktur proyek bertahap dan pelacakan perubahan secara real-time, sehingga eksposur komersial akibat perubahan di tahap akhir tetap terlihat dan terkendali. Contoh:Menilai dampak biaya dari perubahan penyewa di area komersial pada tahap akhir tanpa kehilangan kendali atas anggaran pembangunan hunian atau perhotelan. ASET TERKAIT Stakeholder Terkait Pemilik/Pengembang Konsultan Kontraktor Utama